Dishub Sidak Tarif Bus menjelang Lebaran di Natar

Petugas Menyamar Sebagai Penumpang

Bandar Lampung, Tribun – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung melakukan sidak beberapa bus yang melanggar ketentuan tarif atas dan tarif bawah di Jl Raya Sukarame-Branti KM 29/30, Natar Lampung Selatan, Jumat (18/9). Sidak ini setiap tahun memang rutin diadakan untuk memantau PO bus yang tidak mentaati ketentuan yang berlaku.

Bambang Sumbogo, Kasie Angkutan Dishub Lampung menjelaskan, 10 orang petugas Dishub diterjunkan menyamar sebagai penumpang di dalam bus yang akan berangkat dari Terminal Rajabasa. Berdasarkan laporan yang diterima dari petugas, Dishub langsung bergerak mengecek fakta tersebut.

“Sepuluh orang petugas kami yang menyamar sebagai penumpang, dalam sehari memantau 2 bus. Jadi total ada 20 bus yang dipantau soal tarif yang dikenakan ke penumpang, melanggar ketentuan atau tidak, ” jelas Bambang.

Bambang menambahkan, bus yang terbukti melakukan pelanggaran tarif akan dikenai saksi disesuaikan dengan kategori pelanggaran. Dasar hukum yang digunakan berdasarkan Peraturan Gubernur No. 3 tahun 2009 yang disahkan 30 Januari 2009

Dishub Provinsi Lampung sudah melakukan sosialisai Peraturan Gubernur tersebut kepada PO melalui form keterangan tarif angkutan trayek untuk berbagai macam daerah tujuan. PO tidak berhak menaikkan tarif kepada penumpang di luar ketentuan yang berlaku

“Operasi hanya fokus pada tarif saja, kami (dishub) akan mendata PO apa yang terbukti melanggar. Setelah Lebaran, baru diputuskan sanksi apa yang dikenakan,”tambahnya.

Untuk uji kelayakan kendaraan, Bambang menjelaskan, menjadi wewenang petugas Dinas Perhubungan di Terminal Induk Rajabasa. Layak atau tidaknya Bus untuk beroperasi diukur dalam dua kategori, yaitu secara administrasi dan teknis

Secara administrasi petugas akan mengecek apakah SIM, STNK, KIR, Surat Ijin Trayek masih berlaku atau sudah mati. Untuk teknis, terkait dengan kondisi kendaraan, mulai dari mesin, rem, kondis ban, ruang kemudi sopir, lampu, sampai viper

Dari hasil sidak yang dilaksanakan hari ini, bus yang terbukti melakukan pelanggaran tarif oleh petugas Dishub sopir langsung mengisi form berita acara pengawasan tarif angkutan antar kota. Petugas langsung menahan STNK kendaraan, baru bisa diambil kembali setelah proses adminitrasi selesai, pengusaha PO harus datang langsung ke Dishub Provinsi Lampung.

Parmin (47), salah seorang penumpang bus Adi Jaya jurusan Rajabasa-Gayabaru-Metro kaget saat membayar ongkos melebihi dari tarif normal. Ongkos dari Rajabasa menuju Gayabaru Rp 35. ribu, tapi dia harus membayar Rp 50 ribu.

“Saya sudah sering naik bus jurusan ini, tapi hari ini kaget, kok tiba-tiba ongkosnya jadi Rp 50 ribu. Kenek bilang tarif naik karena arus mudik, mau ga mau saya tetap bayar, “tukas Parmin.

Hal  berbeda diungkapkan Rusli, sopir bis Sumber Rejeki jurusan Rajabasa – Way Abung, dia mengatakan ongkos yang dikenakan kepada penumpang diurus oleh kenek. Dia hanya bertindak sebagai sopir, Rusli pun harus merelakan STNK bis yang dikemudikanya ditahan petugas Dishub (tin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: