Bukan Perancang Busana.

Di PHK (Putus Hubungan Kerja) tahun 1999 karena perusahaan tambak udang tempat Gatot Kartiko
bangkrut, membuatnya sedih. Bermodal pesangon Rp 8 Juta, dia bingung memanfaatkan uang tersebut dan mencari pekerjaan baru

Selama beberapa bulan, pria asli Surabaya ini total menganggur, karena pekerjaan baru tak kunjung didapat. Faktor usia menjadi penghalang dia diterima di perusahaan saat ada lowongan penerimaan pegawai.

Gatot mencoba bisnis serabutan, mulai dari menjual jam tangan, tas agar bisa menghidupi keluarga. Bahkan orangtuanya pun menyarankan agar pulang kampung ke Surabaya mencari pekerjaan baru.

Saat uang pesangon tersisa Rp 3 juta, kepanikan melanda Gatot, atas masukan keluarga besarnya yang berada di Pekalongan agar mencoba menjual batik, dia akhirnya luluh. “Saya ga suka berdagang batik, bingung cara menjualnya, “ungkap Gatot, Rabu (7/8)

Pria kelahiran Surabaya 28 Juni 1966 ini, mulai berdagang batik tahun 2000-2003 untuk dijual di Bandar Lampung. Melihat banyak pegawai negeri sipil memakai batik yang ada ornamen khas Lampung,  menginspirasi dirinya untuk coba membuat desain batik Lampung

“Meskipun saya pendatang, tertantang ingin belajar budaya Lampung dan ikon-ikon apa yang menjadi ciri khas adat budaya Lampung. Sempet ga pede mencoba buat desain batik dengan ornamen Lampung, “tutur Gatot.

Berbekal mendapat bantuan modal dari PTPN VII, dia memberanikan diri menggambar desain batik Lampung. Dia mengaku tidak bisa menggambar, ide yang ada di pikiran dibawa ke perusahaan percetakkan.

Konsep yang Gatot inginkan tidak sejalan dengan yang dibuat oleh advertising. biaya yang dikeluarkan juga besar. Akhirnya dia belajar program software Corel Draw secara otodidak dari buku, perlahan sudah bisa menguasai, ide gambar langsung diaplikasikan sendiri lewat Corel Draw.

“Sebenarnya saya bukan perancang busana, lebih suka dibilang pendesain batik. Gambar motif yang terinspirasi dari adat budaya Lampung diaplikasikan lewat gambar yang saya buat di komputer untuk desain batiknya, “kata bapak tiga anak ini.

Batik Lampung dengan motif siger, jung, pucuk rebung, gajah, dan ornamen-ornamen yang ada di kain tapis mennjadi sumber inspirasi. Dia mengaku, motif batik Jawa tetap dijadikan sebagai pembanding, dalam menghasilkan suatu rancangan.

Buah kerja kerasnya mendatangkan hasil melebihi yang dia harapkan, banyak pesanan dari instansi seluruh kabupaten dan kota Propinsi Lampung. Kain desain rancangannya banyak dipakai instansi pemerintahan.

Tidak hanya itu, Presiden SBY, Gubernur, Walikota sampai Bupati se Lampung pernah memakai batik Lampung hasil karyanya. Menyerap kemauan konsumen dan masukan dari berbagai pihak menjadi pegangan yang selalu dijadikan menghasilkan kreasi batik Lampung terbaru. (tin)

Biofile :
Nama : Gatot Kartiko A.Md
TTL : Surabaya, 28 Juni 1966
Alamat butik: Jl. Basudewo B5 No.5. Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung
Istri ; Debora Setianingsih
Anak : Jelviana Maulin Kartika
Raga Pinulung Kartiko
Khalisa Jelin Kartika
Pendidikan : SMA 3 Surabaya
D3 Manajemen Akuntansi UBL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: