Bergerak Cepat Tanpa Bisa Dilihat

Bergerak cepat tanpa bisa dilihat orang pergerakannya, itulah makna dari kata Dark Speed. Komunitas yang dibentuk atas inisiatif beberapa pelajar yang sering berkumpul di Gor Saburai, ingin membuat suatu klub mobil dimana remaja bebas untuk berkumpul dan bergaul. Embrio dari komunitas Dark Speed dipelopori oleh Rudi Putra Nuril Hakim, ketua umum Dark Speed. Sebelumnya dia mendirikan klub mobil bernama Gabungan Mobil Lampung (GML) tahun 1999. Seiring berjalannya waktu, nama GML dirasa kurang familiar, akhirnya GML berubah nama menjadi Dark Speed, dan resmi berdiri 1 Januari 2000. Justru setelah memakai nama baru, perkembangan komunitas ini berkembang pesat. Dark Speed mengalami puncak kejayaan sebagai komunitas mobil yang disegani di Bandar Lampung tahun 2001-2002. Aksi-aksi dari komunitas ini dijalanan identik dengan balapan liar di jalan protokol, lomba drag race, sampai konvoi mobil “Konvoi dijalanan utama Bandar Lampung sampai dikawal mobil fort rider, masyarakat semua melihat. Kami juga ga bisa pungkiri, dulu ada beberapa anggota sedikit slenge’an, karena bawa nama Dark Speed, banyak yang segan, “ungkap Andhika Bahkan Dark Speed tidak hanya identik dengan mobil, mereka mempunyai tim basket dan grup band. Tren lomba drag race saat itu sering diikuti anggota Dark Speed dan mendapat beberapa piala. Opini masyarakat terkait image Dark Speed dimana anggotanya berasal dari anak pejabat, orang tuanya kaya tidak bisa dipungkiri. Andhika pun mengakuinya, tapi dia menjelaskan, ada juga anggota Dark Speed yang berasal dari keluarga biasa, tidak semua anak orang kaya. Andhika menjelaskan, tidak semua anggota Dark Speed memiliki mobil pribadi, ada yang bergabung karena memang ingin mencari teman baru dan suka bergaul. Dark Speed bukan komunitas eksklusif dimana anggotanya harus dipilih dari keluarga kaya. “Pro kontra tetap selalu ada dalam masyarakat, ga bisa dipungkiri. anak-anak cuek aja sih waktu itu. Mungkin karena gejolak kawula muda yang masih ingin mencari jati diri, kesenangan dan menambah teman baru, ” ungkap Rudi. Anggota Dark Speed yang telah lulus SMA dan melanjutkan kuliah di Jakarta dan Bandung justru membuka cabang Dark Speed di dua kota itu. Ikatan persaudaraan yang kuat meskipun kuliah di luar kota, tidak menjadi penghalang “Syaratnya mudah kok bergabung di Dark Speed, yang penting bisa menjaga diri, mau bergaul dan rutin menghadiri pertemuan rutin. Anggota kami yang bergabung mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pekerja dan tidak memberdakan status sosial, “jelas Rudi. Sembilan tahun berjalan, komunitas ini mengalami pasang surut, “masa jaya” seperti awal dibentuk sulit untuk diulang kembali. Komunitas mobil banyak bermunculan di Bandar Lampung, anak muda bebas memilih klub mana yang disukai. Kondisi pasang surut ini secara jujur diakui Rudi, tidak selalu komunitas berada di tingkat atas. Satu hal yang patut dicatat, memang tidak mudah mempertahankan organisasi selama sembilan tahun, apalagi pengurusnya pelajar dan mahasiswa. “Anggota saat ini memang tidak sebanyak seperti tahun 2001 sampai 2002, dibilang sedih ga juga. Justru melecut Dark Speed membuat terobosan baru mengangkat kembali komunitas ini, “tutur Rifky, Ketua Dark Speed. Rudi menambahkan, ada hikmah dibalik kondisi tersebut, hubungan persaudaraan semakin kuat, satu sama lain saling memperhatikan. Ajang kumpul rutin antar anggota setiap sabtu dan minggu di sekitar stadion Pahoman, di luar hari tersebut tetap berkumpul di rumah anggota yang lain, sekedar bersantai. (tin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: