10% Teori 90 % Bergaul

Terpaksa belajar bermain gitar karena harus mengikuti ujian Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) praktek seni musik saat SMP, menjadi awal perkenalan Firman dengan alat musik gitar. Dia mengatakan, waktu itu setiap siswa harus bisa membawakan lagu diiringi dengan alat musik

Pemilik nama lengkap Firman Al Hakim ini lebih sreg memilih gitar ketimbang alat musik lainnya demi mendapat nilai terbaik. “Belajar kilat lewat buku gitar, mulai dari kuncinya dan tanya ke teman juga, tapi dari kecil sudah tertarik bisa main gitar, “kenangnya, saat ditemui, Selasa (6/10)

Lambat laun, Firman mulai serius menekuni gitar karena merasakan kepuasaan, selain itu karena suka mendengarkan musik. Kerap berkumpul dengan teman sebaya yang sama-sama suka bermain gitar, dimanfaatkannya untuk “mencuri ilmu” agar skill semakin berkembang

Dia mengaku, belajar gitar secara otodidak, tidak kursus musik ataupun les privat ke guru gitar. Selain itu, pria berkacamata ini gemar membaca majalah gitar seperti  Guitar World, Arpeggios, Gitar Player, Guitar, Guitar One dan lain sebagainya.

“Saya belajar gitar, 10% teori, 90 % nya karena bergaul dengan sesama musisi, banyak mendengar lagu. Ga malu bertanya tehnik bermain gitar yang baik seperti apa, selanjutnya dikembangin sendiri sesuai selera kita, “jelas Firman.

Dari kelas satu  SMA sampai kuliah, ayah dua putri ini rutin mengikuti festival band. Namanya semakin berkibar di Lampung karena sering meraih predikat best gitar dalam kompetisi band, bahkan sempat dijuluki sebagai Yngwie Malmsteen Lampung oleh sesama musisi

Selepas lulus dari D3 Tehnik Sipil Unila, dia tetap bergelut dari satu panggung ke panggung lain mengikuti festival band. Tahun 2003, dia memutuskan hijrah ke Jakarta melanjutkan kuliah di STIA LAN sekaligus mencoba peruntungan menjadi musisi dengan bakat yang dimiliki.

Jakarta memang menjadi “surga” bagi musisi yang ingin memilih musik sebagai pilihan hidup, hal yang sama dirasakan Firman. Bergaul dengan banyak musisi dalam suatu komunitas. Berkenalan dengan Piyu (Padi), Ivan Boomerang, Eet Syachrani (Edane) dimanfaatkannya sharing seputar tehnik bermain gitar.

Buah dari kerja kerasnya itu, Firman mendapat kesempatan mengisi satu lagu solo gitar dalam album Gitar Klinik 2 keluaran Musica Studio tahun 2004. Bahkan dia juga menjadi gitaris band rock progresif Imanissimo tahun 2005.

Inang Noorsaid, arranger music, pernah mengajak Firman bergabung sebagai addtional gitar dalam setiap acara musik yang diikuti Inang. Firman juga terlibat mengisi rubrik tips dan trick tehnik bermain gitar yang benar di majalah Music Corner, semua itu dianggapnya karena berkah, dan juga bakat yang dimiliki. (tin)

Biofile :
Nama : Firman Al Hakim
Ttl :Tanjungkarang 4 Februari 1978
alamat : Gatot Subroto 27, Bandar Lampung
Pendidikan :
SMA negeri 2 Bandar lampung
D3 Tehnik Sipil Unila
Istri : Christiana Cakradinata
Anak : Zaida Zahrah
Salsabillah Najah
Gitar : Ibanez Universe (senar 7)
Ibanez RGA
Ibanez Vintage (acoustic)
Ibanez Artwood (acoustic)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: