Tumbuhkan Kembali Rasa Kebersamaan

News analisis

Drs Abdul Sani

Anak muda di Bandar Lampung tidak mengetahui makna nasionalisme yang sesungguhnya. Ditinjau dari maknanya, nasionalisme mengandung arti rasa fanatisme terhadap bangsa, dari sisi sosiologi nasionalisme berarti rasa kebangsaan, alat pemersatu utnuk menumbuhkan ikatan kebersamaan sebagai warga negara.

Tidak cukup hanya mengatakan nasionalisme adalah bangga sebagai warga negara Indonesia dan cinta kepada tanah air. Namun dalam kehidupan sehari-hari wujud itu tidak diaplikasikan, hanya menjadi fanatisme sempit.

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan rasa kebersamaan dari aneka ragam suku, budaya dan agama di Indonesia yang semakin mengalami degradasi. Anak muda bisa menjadi pelopor untuk mengembalikan rasa kebersamaan.

Di jaman globalisasi yang serba modern, membentuk karakter orang cenderung individualisme. Budaya luar bebas masuk ke Indonesia, dan langsung diadopsi. Padahal tidak semua budaya luar itu cocok dengan karakter bangsa kita.

Anak muda gampang terombang ambing dengan arus globalisasi. Seharusnya dengan arif bisa menyaring mana yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Mereka perlu dibimbing, dan diberi arahan, orangtua bisa menjadi contoh atau panutan. Dari segi wawasan, anak muda memiliki cara pandang yang luas terhadap segala sesuatu.

Hal penting yang bisa dilakukan saat ini untuk memupuk semangat kebersamaan adalah mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya aspiratif perlu diadakan. Perlu menjaring aspirasi anak muda mulai dari SDM, potensi dan keinginan mereka.

Kegiatan seperti olahraga dan seni cocok sebagai saluran untuk memupuk semangat kebersamaan. Pertandingan futsal, basket, road race, festival band atau kegiatan lainnya memupuk kerjasama tim, sportif, siap menang siap kalah.

Apabila kegiatan -kegiatan  tersebut sering diadakan, mereka punya kesibukan untuk menyalurkan aspirasi yang disukai, dan ada fasilitas penunjang. Pola pikir positif lambat laun terbentuk dalam diri mereka, bertindak hati-hati dalam keseharian, dan menghargai satu sama lain.

Perayaan 17 Agustus saat ini berbeda jauh dengan kondisi sekitar sepuluh tahun yang lalu. Kalaupun sekarang tetap ada perlombaan balap karung, makan kerupuk, panjat pinang, atmosfernya tidak terasa

Dulu, awal bulan Agustus, lingkungan RT sudah heboh mempersiapkan perayaan HUT RI. Mulai dari memasang umbul -umbul dan bendera merah putih, menghias gapura dan lain sebagainya. Anak muda aktif terlibat membantu kesuksesan acara

Kondisi sekarang, satu minggu sebelum 17 Agustus, suasana lingkungan biasa saja. Ada spirit yang hilang menyambut hari kemerdekaan.

Penting sekali untuk diperhatikan dan menjadi masukan bagi kita semua memaknai hari kemerdekaan dan rasa nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia saat ini seperti apa. Ini menjadi tugas kdan tanggungjawab kita bersama (tin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: