Sulam Usus Aan Ibrahim


MUNGKIN banyak masyarakat lampung yang tidak atau kurang mengetahui sulam usus. Kebaya dan batik lebih dikenal sebagai sulaman atau kain khas Indonesia yang membanggakan. Padahal, masih banyak sulaman atau kain tradisional lain yang memiliki potensi tinggi, seperti sulam usus.

Sulam usus adalah seni kerajinan sulam warisan nenek moyang suku Lampung Pepadun di daerah Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Berbeda dengan pembuatan tapis yang lebih dulu dikenal, sulam usus jauh lebih mudah dan sederhana dikerjakan. Alat pembuatannya juga sederhana dan tidak serumit menenun kain tapis.

Aan Ibrahim adalah perancang busana yang pertama kali mempopulerkan kerajinan sulam usus ini, sekitar tahun 1995. Putra asli Lampung ini berpikir, sulam usus pasti bisa diaplikasikan menjadi sesuatu yang lebih baik lagi, berdaya guna, dan bernilai jual tinggi.

Selain itu, Aan juga ingin memperdayakan lingkungan dengan mempekerjakan anak-anak putus sekolah dan yatim piatu Kebaya sulaman usus adalah eksperimen pertamanya.

Berawal dari bebe (sejenis penutup dada) yang biasa dipakai pengantin  wanita Lampung atau muli Lampung pada acara adat atau seremonial pemerintah,  Aan sangat tertarik dengan keunikan sulamannya yang selintas seperti usus ayam

Ketika melihat penari disuatu pesta memakai bebe sulam usus, timbul inspirasi dari Aan untuk membuat baju dari sulaman usus. Hal pertama yang timbul dari benaknya adalah menggantikan kebaya berukat yang dipakai pengantin wanita Lampung, menjadi kebaya dari sulaman usus

Aan memerlukan waktu lebih kurang dua tahun mulai dari riset di Menggala tentang cara pembuatannya,motif, bahan-bahan yang dipakai, benang, cara pengerjaan dan lain-lain. Setelah cukup lama bereksperimen, akhirnya Aan mendaatkan suatu format umtuk membuat kebaya sulam usus

Pria yang memiliki dua anak ini, melakukan perubahan bahan kain, desain dan tidak menggunakan benang biasa, namun menggunakan benang nilon. Cara pembuatan yang lebih spesifik, membuat kebaya sulaman usus berbeda dengan membuat kebaya dari bahan biasa

Perubahan fungsi sulam usus dari bebe menjadi kebaya melahirkan protes dari banyak kalangan, terutama dari tetua adat. Para tetua adat menganggap, perubahan fungsi ini dapat merusak tatanan adat, nilai historis dan keindahan dari hasil karya yang sudah turun temurun.

Masyarakat diluar lingkungan adat juga sangat pesimis dan memandang sebelah mata. Mereka menganggap, busana yang akan dibuat Aan Ibrahim ini sama seperti busana adat  yang jauh dari kesan menarik, tidak praktis dan berat saat dipakai

Aan berusaha meyakinkan tetua adat Lampungdan masyarakat luas, bahwa sulam usus memiliki segi positif. Selain, mengangkat hasil karya Lampung, sulam usus mampu memberdayakan ekonomi rakyat.

Pembuatan sulam usus untuk satu busana membutuhkan setidaknya 3-5 orang untuk mengerjakannya. Waktu yang dibutuhkan juga lumayan lama, yakni sekitar satu sampai dua bulan. Apabila ada detail yang lebih rumit dan membutuhkan tingkat ketelitian tinggi, dibutuhkan tenaga kerja lebih dari 5 orang, dan waktu kurang lebih dua sampai tiga  bulan.

Bahan dasar sulam usus yaitu kain satin, karakteristik satin yang mengkilat memberi kesan mewah dan elegan. Sifat bahan yang jatuh dan halus memudahkan pengrajin membuat beragam pola dan motif, mulai dari motif lurus, melingkar, pita sampai dengan model ulir dengan tingkat kesulitan dan ketelatenan tersendiri.

Sulam usus rancangan Aan berbentuk usus ayam yang mempunyai motif  khas dengan rajutan dari benang nilon. Benang nilon dipilih karena memiliki karakteristik seperti bahan satin.

Proses pembuatan awalnya dengan memotong secara melintang bahan satin menjadi lembaran-lembaran berbentuk seperti pita. Kemudian dijahit dan di setrika agar bentuknya sempurna.

Kebutuhan bahan satin mengikuti jenis busana yang dipesan, apakah untuk kebaya, kemeja, atau long dress. Bahan satin tersebut disulam sesuai dengan pola yang dikehendaki dan dijalin satu per satu hingga menjadi sebuah busana.

Sulaman usus kini banyak diusahakan dan diminati masyarakat Lampung, maupun luar daerah.Sulaman usus dikemas dalam bentuk  kebaya, taplak meja, sarung bantal kursi, kopiah, peci dan lain sebagainya. (tin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: