Film Pertaruhan Berpihak kepada Perempuan

Bandar Lampung, Tribun – Perempuan Indonesia saat ini masih sering menghadapi diskriminasi. Kemiskinan menjadi faktor utama rentannya perempuan mengalami tindakan diskriminasi dan kemapanan ekonomi juga tidak menjamin perempuan akan bebas dari kondisi yang tidak adil

Hal itu diungkapkan Nia Dinata, produser film dokumenter Pertaruhan, saat melakukan konferensi pers di Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, Selasa (28/7) . Film garapan Kalyana Shira Foundation ini mengangkat isu seputar diskriminasi terhadap perempuan

Nia menjelaskan, film Pertaruhan mengangkat isu perempuan lewat pendekatan dokumenter yang dibagi menjadi empat cerita berbeda. Tema -tema mulai dari mitos keperawanan, sunat perempuan, pekerja seks komersial dan diskriminasi dalam hal kesehatan reproduksi perempuan yang belum menikah, diangkat dalam film dokumenter ini

Keempat cerita yang ada di film Pertaruhan yaitu Mengusahakan Cinta, Untuk Apa ?, Nona, Nyonya dan Ragat’e Anak. Masing – masing film berdurasi kurang lebih 26 menit

“Dalam Film Pertaruhan, kami berpihak kepada perempuan. Hal  ini adalah upaya yang sangat penting untuk dipahami bersama, agar perubahan pola pikir terhadap perempuan bisa terlaksana, ” terang Nia

Nia menambahkan, film dokumenter harus berpihak dan tidak perlu obyektif. Banyak pembuat film dokumenter berbakat di Indonesia, namun belum tentu semua paham akan permasalahan perempuan

Nia mengungkapkan, Kalyana Shira Foundation tertarik menggarap film dokumenter karena ingin membuat film yang memang tidak memikirkan nilai komersil. Tujuan film ini bersifat mendidik dan diputar secara gratis, dan sebagai bentuk perhatian terhadap kaum perempuan

“Saya sangat prihatin dengan perkembangan film dokumenter di Indonesia seperti anak tiri. Padahal film dokumenter juga bisa membawa nilai positif, tapi kebanyakan produser film lebih tertarik membuat film komersil yang mementingkan keuntungan saja, ” ujar Nia

Bandar Lampung menjadi kota kedelapan yang terpilih dari sebelas kota road show film dokumenter Pertaruhan. Kalyana Shira Foundation tertarik untuk memilih Bandar Lampung sebagai lokasi pemutaran film karena menjalin komunikasi yang baik dengan Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR

Film Pertaruhan akan diputar di Bioskop 21 Central Plaza Bandar Lampung mulai hari ini sampai 1 Agustus 2009 secara gratis. Jam penayangan dimulai pukul 09.30 sampai 11.30 WIB

Nia Dinata berharap, setelah masyarakat menonton film ini pola pikir menjadi terbuka. Wanita belum menikah tidak perlu takut untuk memeriksa kesehatan reproduksinya, praktek sunat pada perempuan penting atau tidak untuk dilakukan

Masyarakat juga diajak untuk melihat kisah perjuangan Ibu untuk membiayai anaknya yang bekerja sebagai pemecah batu dan pekerja seks komersial, dan kisah dua orang TKI Hongkong yang  menghadapi dilema seputar cinta (tin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: