Damar Diskusi Gizi Buruk

Bandar Lampung, Tribun –  Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR mengadakan diskusi publik mengenai Kebijakan Pemerintah Daerah dalam menanggulangi gizi buruk di Lampung,Senin (27/7) Diskusi ini mengundang perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Abdul Moeloek.

Kasus pasien gizi buruk yang meninggal di kota Bandar Lampung sampai Juni 2009 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sembilan orang pasien gizi buruk meninggal sampai akhir Juni 2009, sedangkan tahun 2008, enam orang meninggal

Uki Basuki, Kepala Seksi Bidang Gizi Dinas Kesehatan Propinsi Lampung mengatakan, meningkatnya korban pasien gizi buruk yang meninggal sampai Juni 2009 menjadi kasus yang luar biasa. “Rata-rata pasien gizi buruk terlambat dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk dilakukan penanganan medik, ” jelas Uki

Menurut Uki, meningkatnya kasus penderita gizi buruk menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung. Langkah -langkah yang sudah dilakukan Diskes antara lain ,meningkatkan sistem pelaporan data pasien di seluruh rumah sakit daerah dan Puskesmas yang ada di Lampung

Langkah selanjutnya adalah meningkatkan penanganan yang lebih serius kepada penderita gizi buruk dan berkoordinasi dengan instansi yang terkait, seperti BKKBN, PKK, Kecamatan, kelurahan.  “Ukuran yang diharapkan dengan beberapa langkah yang sudah diambil itu agar penderita gizi buruk semakin berkurang, “kata Uki

dr Murdoyo, dokter spesialis anak RSUD Abdul Moeloek menjelaskan, hambatan lambatnya proses penanganan gizi buruk terkait masalah dana dari pemerintah, sarana prasarana yang kurang memadai. Faktor kesadaran langsung dari masyarakat untuk melakukan tindakan cepat penanganan gizi ke RSUD dan Puskesmas juga menjadi kendala

“Umumnya pasien penderita gizi buruk datang ke rumah sakit untuk dirawat sudah dalam kondisi kritis. Rata-rata mereka berasal dari keluarga miskin, tetapi ada juga kasus gizi buruk dari keluarga yang mampu secara ekonomi, terang dr Murdoyo

dr Murdoyo menambahkan, penyebab gizi buruk antara lain penyakit diare, permasalahan pada paru, penyakit TBC, kejang yang berhubungan dengan saraf dan infeksi berat. Harus dibedakan antara penyakit gizi buruk dan busung lapar

“Gizi buruk berdasarkan berat badan menurut tinggi badan penderitanya mengalami ketidaksesuaian dari segi umur. Sedangkan busung lapar penyakit yang disebabkan kekurangan kalori dan protein, jelas dr Murdoyo

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, Siti Noor Laila, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten / Kota mendapat banyak pemasukan dari sektor kesehatan dan pajak penerangan jalan. Sektor kesehatan meliputi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau Puskesmas

“Masyarakat miskin berobat ke RSUD dan Puskesmas, mereka ikut andil sebagai penyumbang PAD. Herannya, justru mereka banyak yang mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, ujar Siti

dr Murdoyo menjelaskan, banyak persepsi mengatakan gizi buruk identik dengan kurang makan, padahal ada beberapa penyebabnya. Penyebab itu antara lain masukan kalori yang tidak cukup ke dalam tubuh, kehilangan kalori yang berlebihan, yaitu makanan bisa masuk ke dalan tubuh, tetapi tidak bisa diserap, dan yang terakhir adalah gangguan penyakit kronis (tin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: