Archive for Musik

Enam Tahun Menunggu Rekaman Album

Momo menjelaskan, pengertian Geisha adalah seniman yang bertugas menghibur penonton yang berkunjung ke kedai teh. Mulai dari menunjukkan keterampilan menampilkan kesenian khas Jepang seperti menari, menyanyi dan memainkan alat musik.

Proses menjadi seorang Geisha membutuhkan waktu yang lama, bahkan sudah dilatih sejak kecil. Apabila sudah mengusai pekerjaan menjadi Geisha, maka bisa dikatakan berhasil melewati semua ujian dan tantangan.

“Kami ambil makna positifnya aja kenapa nama bandnya Geisha. Kalau dihitung sejak SMA sampai sekarang, enam tahun waktu yang dibutuhkan hingga bisa rekaman album, yang menjadi mimpi kami, prosesnya juga panjang “kata Momo.

Robby menambahkan, saat menjadi juara A Mild Wanted 2007 regional Sumatra bagian Tengah, sampai mengikuti babak grand final, nama band mereka Jingga. Sebelum peluncuran album kompilasi 12 band finalis A Mild Wanted 2007, berganti nama menjadi Geisha.

“Sudah ada band lain yang memakai nama Jingga, sering terjadi hal seperti itu. Band berganti nama menjelang rekaman album bedasarkan pertimbangan komersil dari pihak label, ungkap Aan, Drummer Geisha.

Dua belas lagu dalam album perdana Geisha yang bertajuk Anugrah Terindah bergenre pop. Anugrah Terindah menjadi nama album, kembali lagi ke perjuangan band ini demi menembus dapur rekaman

“Dengan pihak Musica Studio dikontrak untuk tiga album album. Ada opsi, album ketiga bisa pindah ke label lain atau tetap di Musica, “kata Robby, gitaris Geisha.

Band yang berdiri Desember 2003 dan berasal dari satu sekolah SMA Negeri 2Pekanbaru ini selalu antusias menghibur penonton. Mulai dari tampil di televisi, cafe, bahkan konser yang dihadiri ribuan penonton.

Momo bercerita, dua minggu lalu Geisha bersama Vierra konser di Purwokerto, stadion disesaki penonton. Sampai ada yang ga bisa masuk ke stadion karena penuh dan ada yang nonton dari atas genteng rumah, “ungkapnya.

“Penonton di Jawa memang lebih heboh, kalau tampil di Sumatera chemistrynya lebih kuat. Mungkin karena kami dari Pekanbaru, jai kayak tampil di rumah sendiri, kata Momo.

Saling bercanda, terbuka santu sama lain dan menjalani tour dengan santai menjadi kunci utama Geisaha mengatasi rasa jenuh. Mereka sepakat, meski sudah dikenal banyak orang, jalan di depan masih panjang menapakai karir sebagai musisi. (tin)

Leave a comment »

Suka Lagu My Bonnie

Momo, vokalis Geisha mengaku tidak pernah ikut les vokal meskipun dia suka menyanyi. Suara khasnya yang lembut dianggap anugerah hingga memberi ciri khas tersendiri di band Geisha

“Dari kecil sudah suka nyanyi, justru lebih sering nyanyi lagu barat. Saya suka baget lagu My Bonnie, tuh lagu wajib saya dari kecil, ” kata Momo tertawa saat ditemui, Senin (26/10) di radio Star Fm Bandar Lampung.

Sering mengikuti lomba menyanyi dan kegiatan kesenian laiinya di Pekanbaru menambah kecintaanya di dunia seni. “Sekarang menjadi vokalis Geisha, karena temenan sejak SMA, mereka tertarik dengan karakter suara saya, katanya sih khas, “ujar Momo

Pemilik nama lengkap Narova Morina ini mengatakan, sejak album pertama Geisha dluncurkan 1 Juni 2009 lalu, banyak tawaran ampil mengisi acara di berbagai even. Kondisi fisik dan penampilan sebagai anak band harus selalu dijaga.

“Tampil di TV, penampilan luar menjadi penilaian, karena ditonton pemirsa, kalau kita ga semangat, lemes mainnya, image band ikut jelek. Apalagi misal tampil di outdoor, harus membawakan sepuluh lagu lebih, vokalis menjadi tulang punggung, “kata cewek kelahiran 7 Juni 1986 ini.

Stage act dan kostum saat konser, Momo lebih suka tampil bergaya gothic. Terkadang juga melihat tema dari acara yang akan diisi seperti apa konsepnya.

Cewek yang mengagumi Sarah Mclachan dan Shania Twain ini berharap, lagu di album Geisha bisa mewakili perasaan semua orang. Sebagai band baru, masukan dan kritik dari banyak pihak menjadi pelecut semangat geisha berkembang dan selalu lebih baik. (tin)

Nama : Narova Morina
Nama panggilan : Momo
TTL : Pekanbaru, 7 Juni 1986
Posisi : Vokal
Musisi Fav : Shania Twain, Sarah Mclachan, Avril Lavigne, Paramore

Leave a comment »

Tanda tangan kontrak Lansung jatuh Sakit

Setelah tandatangan kontrak rekaman album dengan Musica Studio, band Geisha bersiap masuk dapur rekaman. Tanpa diduga, ketiga personel band itu Momo (vokal), Robby (gitar) dan Dhan (keyboard) dalam waktu bersamaan terserang penyakit tipus, harus dirawat di rumah sakit

Tak ayal karena hal tersebut, proses rekaman album pertama Geisha terpaksa ditunda sebulan, sampai ketiga personel fit. Akhirnya mereka sepakat off batal tampil mengisi beberapa acara musikdan pulang ke Pekanbaru, tempat band ini berasal.

“Kecapean semua, fisik terlalu di forsir, herannya bisa bertiga gitu yang sakit, sama lagi penyakitnya, kena tipus. Daripada proses rekaman album ga jalan, sepakat istirahat dulu biar kondisi fisik fit, “kata Robby.

Setelah satu bulan pulang kampung ke Pekanbaru, dengan gairah baru Geisha menjalani proses rekaman album. Entah karena mereka multi talenta atau sudah persiapan matang, cukup satu bulan waktu yang diperlukan untuk, seluruh proses recording mulai dari aransemen musik sampai take vokal.

“Aransemen musik di studio cuma dua minggu, sisanya jatah Momo isi vokal, ya hampir sebulan. Materi lagu memang sudah lama dipersiapkan, dari 29 lagu hasil karya kami, yang lolos masuk album 12 lagu, “jelas Robby.

Band yang penah mengisi album kompilasi A Mild Live Wanted 2007 ini mengaku, dua tahun menunggu mendapat kesempatan membuat album perdana. Momo mengatakan, pihak Musica Studio memang mencari waktu yang pas mengorbitkan mereka.

Album pertama mereka di luncurkan 1 Juni 2009 dengan single pertama Jika Cinta Dia dan mendapat respon yang cukup bagus di masyarakat. Promo ke berbagai kota di Indonesia dan tampil di stasiun televisi gencar dilakukan.

Pertengahan bulan Oktober ini, Geisha meluncurkan single kedua “Takkan Pernah Ada”. Momo mengatakan, video klip dan lagunya sudah sering diputar di radio dan televisi.

Robby menjelaskan, lagu Tak Kan Pernah Ada berkisah seorang cowok yang cinta mati dengan dengan pasangannya. Mau apapun yang terjadi, sampai selamanya cewek itu selalu ada di hati, pikiran sampai larut dalam darah.

“Liriknya dalam banget, saya aja pas nyanyi jadi terbawa suasana gitu. Untung feel nya dapat, musiiknya pop sedikit lembut, semoga masyarakat suka, “ungkap Momo.

Kesibukan jadwal manggung dari satu tempat ke tempat lain membuat personel Geisha belum mengetahui total penjualan album perdana dan Ringbacktone (RBT). Robby menerangkan, pihak Musica Studio belum secara resmi memberikan info penjulaan album dan RBT, Geisha tidak begitu ambil pusing terkait hal tersebut.(tin)

Biofile
Geisha
Berdiri : Desember 2003
Album : Anugrah Terindah (2009)
Personel

Nama : Narova Morina
Nama panggilan : Momo
TTL : Pekanbaru, 7 Juni 1986
Posisi : Vokal
Musisi Fav : Shania Twain, Sarah Mclachan, Avril Lavigne, Paramore

Nama : Robby Satria
Nama panggilan : Robby
TTL : Pekanbaru, 13 Mei 1986
Posisi : Gitar
Musisi Fav : Coldplay, Radiohead, Toto, The Coors, The Mili, Miv

Nama : Ashari Aulia
Nama panggilan : Nard
TTL : Pekanbaru, 29 April 1986
Posisi : Bass
Musisi Fav : Angel and Airwaves, Keane, Coldplay

Nama : Achmad Rasyid
Nama panggilan : Aan
TTL : Pekanbaru, 26 Desember 1985
Posisi : Drum
Musisi Fav : Dashboard Confessional, AVA, Radiohead

Nama : Ahmad Ramadhan
Nama panggilan : Dhan
TTL : Pekanbaru, 15 Mei 1987
Posisi : keyboard
Musisi Fav : Hello Goodbye, Keane, U2 (tin)

Leave a comment »

Satu Setengah Tahun Menunggu Launching Album

Menanti rilis album major label pertama sampai satu setengah tahun setelah tandatangan kontrak awal tahun 2008, tidak membuat Gift putus asa. Mereka menyadari, pihak label mempunyai srategi tersendiri agar peluncuran album mendapat sambutan hangat dari penggemar.

“Terjun di industri musik Indonesia  apalagi major label sudah menjadi resiko, ada band baru yang cepat meluncurkan album pertama, ada juga yang lama. Semua demi kepentingan bisnis, mau tidak mau harus ikut pola yang ada, “jelas Fahim, drummer Gift

Proses peluncuran album pertama sangat disyukuri band Gift, mereka menamakan album mereka Kado Istimewa. Fahrul menjelaskan, Kado Istimewa bermakna semua lagu dari Gift di album perdana sebagai wujud hadiah kepada penggemar.

Musisi Baron dan Bambang, keyboardist Kahitna turut membantu proses penggarapan album perdana Gift. Bahkan Baron menjadi addtional gitar untuk lagu terima kasih, sedangkan Bambang Kahitna memberi unsur string section beberapa lagu Gift.

Anak kandung dari Syech Abidin, drummer band rock tahun 70 an A.K.A dan S.A.S ini mengaku
orangtua tidak campur tangan dalam proses pembuatan album. “Semua lagu kami semua yang menciptakan, ayah hanya kasih semangat kalau memang serius di musik, jangan setengah-setengah, “ungkap Fahri, bassist Gift

Fahrul menambahkan, meskipun sebagai voialis utama Gift, Fahri dan Fahim turut ambil bagian menyanyikan dua lagu dari album Gift. Kualitas suara dua saudaranya kandungnya juga tidak kalah dengan Fahrul.

Saat tampil mengisi acara musik, aksi menyanyi Fahri dan Fahim sering dipertontonkan, misalkan Fahri menjadi vokalis, maka Fahrul sebagai pemain bass. Apabila Fahim sebagai vokalis, dia langsung bernyanyi sambil bermain drum.

Tak ayal, aksi panggung yang mereka pertontonkan mendapat sambutan meriah dari penonton yang melihat aksi mereka. Fahrul mengaku, itu menjadi salah satu keunikan yang memang sengaja ditujukan untuk menghibur penonton yang hadir. (tin)

Leave a comment »

Satu Setengah Tahun Menunggu Launching Album

Menanti rilis album major label pertama sampai satu setengah tahun setelah tandatangan kontrak awal tahun 2008, tidak membuat Gift putus asa. Mereka menyadari, pihak label mempunyai srategi tersendiri agar peluncuran album mendapat sambutan hangat dari penggemar.

“Terjun di industri musik Indonesia  apalagi major label sudah menjadi resiko, ada band baru yang cepat meluncurkan album pertama, ada juga yang lama. Semua demi kepentingan bisnis, mau tidak mau harus ikut pola yang ada, “jelas Fahim, drummer Gift

Proses peluncuran album pertama sangat disyukuri band Gift, mereka menamakan album mereka Kado Istimewa. Fahrul menjelaskan, Kado Istimewa bermakna semua lagu dari Gift di album perdana sebagai wujud hadiah kepada penggemar.

Musisi Baron dan Bambang, keyboardist Kahitna turut membantu proses penggarapan album perdana Gift. Bahkan Baron menjadi addtional gitar untuk lagu terima kasih, sedangkan Bambang Kahitna memberi unsur string section beberapa lagu Gift.

Anak kandung dari Syech Abidin, drummer band rock tahun 70 an A.K.A dan S.A.S ini mengaku
orangtua tidak campur tangan dalam proses pembuatan album. “Semua lagu kami semua yang menciptakan, ayah hanya kasih semangat kalau memang serius di musik, jangan setengah-setengah, “ungkap Fahri, bassist Gift

Fahrul menambahkan, meskipun sebagai voialis utama Gift, Fahri dan Fahim turut ambil bagian menyanyikan dua lagu dari album Gift. Kualitas suara dua saudaranya kandungnya juga tidak kalah dengan Fahrul.

Saat tampil mengisi acara musik, aksi menyanyi Fahri dan Fahim sering dipertontonkan, misalkan Fahri menjadi vokalis, maka Fahrul sebagai pemain bass. Apabila Fahim sebagai vokalis, dia langsung bernyanyi sambil bermain drum.

Tak ayal, aksi panggung yang mereka pertontonkan mendapat sambutan meriah dari penonton yang melihat aksi mereka. Fahrul mengaku, itu menjadi salah satu keunikan yang memang sengaja ditujukan untuk menghibur penonton yang hadir. (tin)

Leave a comment »

Kekurangan Stok Pakaian di Jakarta

Satu tahun lebih bersama dalam sebuah band, personel band Drink banyak memiliki pengalaman berkesan. Kejadian‑kejadian lucu mengisi beberapa acara musik saat tampil di luar kota mereka alami

Pertengahan Agustus lalu, Drink mendapat kesempatan tampil di Ancol Jakarta, persiapan yang dilakukan pun mendadak. Manager band memperkirakan tinggal di Jakarta hanya dua hari saja

Brampi menjelaskan, seluruh personel Drink membawa pakaian memang hanya untuk dua hari saja. Mereka sama sekali tidak menyangka, berada di Jakarta lebih dari dua hari yang semula direncanakan

Tak ayal tinggal di Jakarta lebih lama, membuat band Drink sedikit kerepotan karena stok pakaian yang dibawa sudah terpakai semua. Beruntung, Babe yang bertindak sebagai manager Drink cepat beraksi membeli pakaian baru untuk anak asuhnya tersebut

Walaupun sudah mendapat sokongan pakaian baru, masalah baru timbul, karena (maaf kata) stok pakaian dalam juga habis. “Senang dibeliin pakaian baru, tetapi Babe lupa membeli pakaian dalam,  stok yang kami bawa sudah habis, “ungkap Brampi sambil tertawa

Kejadian tersebut membuat personel Drink memutar otak, mencuci pakaian dalam pun dilakukan untuk mensiasatinya. Mereka akhirnya juga pergi ke supermarket untuk membeli pakaian dalam baru

Ada lagi kisah, Brompi tertimpa plafon di dalam lift di salah satu apartemen di Jakarta. Plafon tersebut tiba‑tiba menimpa kepala Brampi, diapun harus mendapat perawatan dan mendapat lima jahitan di kepalanya

Fuad menambahkan, selain kejadian yang menimpa Brampi tersebut, di apartemen yang sama, personel Drink sempat kerepotan untuk mandi. “Ada diantara kami yang gunakan kloset kamar mandi untuk pup, tiba‑tiba kloset macet,” jelasnya

Kloset yang macet tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap, dan membuat mereka urung mandi, menunggu kloset diperbaiki. Herannya, pelaku yang menyebabkan bau tidak sedap di kloset sampai sekarang tidak diketahui

Pengalaman‑pengalaman lucu justru membuat hubungan kekeluargaan diantara mereka semakin kuat. Bisa tampil mengisi acara musik di luar kota selalu membuat band Drink terkesan, selalu ada kisah yang menarik

“Itu menjadi bumbu penyedap rasa bagi Drink, senang juga punya cerita‑cerita lucu. Sebagai sebuah band, rasa kebersamaan tidak hanya saat membuat lagu dan latihan di studio saja, justru di luar itu, banyak kisah yang seru, “jelas Brampi (tin)

Biofle Drink

Nama: Rudian Edwar

Nick name : Rudie

Ttl : Padang, 13 Oktober 1985

Posisi : vokal

Musisi Favorit : The Cure, Radiohead, Oasis, Slank, BIP

Nama: Brampi Rolando

Nick name : Py

Ttl : Jakarta, 6 Juni 1986

Posisi : lead gitar

Musisi Favorit : Jonas Brother, Jason Mraz, Ello

Nama: Nesia Ramadani

Nick name : Nesia

Ttl : Kotabumi, 11 Mei 1988

Posisi : gitar

Musisi Favorit : Avril Lavigne, Incubus, Hole, Sheila on 7

Nama: Langgir Ramadhan

Nick name : Adin

Ttl : Bandar Lampung, 8 Mei 1988

Posisi : bass

Musisi Favorit : Akon, Jonas Brother, Hijau Daun

Nama: Chairul Fuad

Nick name : Dauf

Ttl : Bandar Lampung, 28 Maret 1982

Posisi : drum

Musisi Favorit : Queen, The Beatles, Slank, Ridho Rhoma

Leave a comment »

Melepas Dahaga Masyarakat yang Haus

Melepas dahaga bagi masyarakat yang haus akan musik, menjadi filosofi band Drink. Dilihat dari namanya, Drink mengandung arti minum, filosofi kalimat diatas yang  membuat mereka sepakat memberi nama band dengan satu kata itu.

Brampi, gitaris Drink menjelaskan, lagu yang diciptakan ibarat berbagai macam aneka produk minuman

Mulai dari air mineral, minuman energi, sampai rasa buah-buahan dikemas dalam musik easy listening dengan genre fun pop

Genre fun pop didengungkan karena memang band Drink menciptakan musik yang  bisa menghibur masyarakat. Liriknya mudah untuk dicerna, dengan gaya bahasa yang ringan.

Fuad, drummer Drink menambahkan, lirik dan lagu Drink ceria, tapi tetap seputar cinta, namun tidak mendayu-dayu. Agar musik Drink dapat diterima dan disukai masyarakat luas, mereka tetap mengacu pada tren musik Indonesia

“Saat ini orang Indonesia ga suka musik yang ribet, justru lirik yang gampang diingat lebih disukai. Kami mensiasatinya dengan membuat musik sesuai keinginan pasar, “jelas Nesia, gitaris Drink

Drink berdiri 13 Mei 2008, Dolly Tirta, atau akrab dipanggil Babe menjadi otak di balik terbentuknya band ini. Berawal dari melihat penampilan Brampi saat demo solo gitar dalam suatu acara, tercetuslah ide dari Babe membentuk sebuah band

Lantas Babe mengajak Brampi untuk membentuk sebuah band baru dan mencari personel yang tertarik untuk bergabung. Tanpa memerlukan waktu lama, dengan sigap Brampi menghubungi teman-temannya yang memang mau diajak membentuk band

Akhirnya terbentuklah sebuah band, sebelum memakai nama Drink, nama band merekaThe Ring. Formasi saat itu Rudi (vokal), Brampi (lead gitar), Langgir (bass) dan Fuad (drum)

Nama The Ring dirasa kurang komersil dan susah diingat, empat personel tersebut sepakat mengubah nama menjadi Drink. Nesia (gitar) menjadi personel yang terakhir bergabung dan satu-satunya anggota wanita

Rudi, Brampi dan Fuad sebelum bergabung di Drink mempunyai kegiatan sendiri-sendiri. Rudi, mengelola usaha butik, Fuad membuka konter handphone dan voucher pulsa. Brampi sendiri menjadi guru privat gitar di beberapa tempat kursus musik

Nesia tertarik bergabung dengan Drink atas ajakan Brampi, konsep dan visi ke depan yang ingin membentuk suatu grup yang solid membuatnya menerima pinangan Drink. Nesia pun tidak menemui kendala untuk beradaptasi dengan personel Drink yang lain dan konsep musik yang diusung

Dalam beberapa kesempatan mengisi acara, Nesia sering dipanggil dengan nama Mitha (personel Virgin) oleh penonton. Tanpa bermaksud ge er, Nesia menganggap mungkin itu dikarenakan aksi panggung dan makeup ala gothic dan dia satu-satunya personel wanita, .

Babe, yang juga bertindak sebagai manager mengungkapkan, band Drink memiliki potensi yang baik untuk berkembang. Mereka juga layak untuk diangkat agar bisa menembus dapur rekaman, karya lagu yang diciptakan unsur komersilnya baik

“Ada keinginan kuat dari anak-anak (Drink,red) bisa rekaman album, demo lagu sudah ada 12 track Akan dicoba dimasukkan ke beberapa label di Jakarta yang memang tertarik dengan lagu Drink, “jelas Babe (tin)

Leave a comment »

Ditujukan Untuk Wanita

Dilatarbelakangi keinginan agar band dan musik yang diciptakan membuat terpesona banyak orang, membuat kelima personel sepakat memberi nama band mereka Emily. Selain itu, wanita menjadi inspirasi terbesar saat membuat lirik lagu

Dandy, drummer Emiliy mengatakan, nama wanita memang sengaja menjadi nama resmi band. Emily diidentikan dengan wanita, musik yang cantik, penampilan panggung yang atraktif

David, gitaris Emily, adalah personel yang berinisiatif memberi nama band mereka Emily. Awalnya,  David memiliki band bernama Emily Rose di Jakarta, namun kiprah band itu tidak berumur panjang

David pun memutuskan kembali ke Bandar Lampung, dan ingin membentuk suatu proyek band baru yang lebih serius. Setelah berhasil mengumpulkan personel dengan formasi sekarang, saat mengusulkan nama Emily, personel yang lain langsung sepakat, embel -embel Rose dihapus

“Inti utamanya adalah menciptakan lagu yang bakal membuat orang ingat dengan kami. Lagu-lagu yang kami ciptakan memang indah, ditujukan untuk para wanita dan ingin menggaet banyak penggemar dari kalangan wanita, “ujar Dandy, tersenyum

Band yang berdiri Juli 2008 ini sudah membuat sebanyak 25 lagu, 23 diantaranya sudah dikirim sebagai demo CD ke beberapa major label. Musica Studio, Nagaswara dan E-motion beberapa perusahaan rekaman dimana Emily mencoba peruntungannya

Genre musik brit pop menjadi ciri khas band ini dalam bermusik, proses penggarapan materi lagu sampat tahap rekaman di studio tidak menemui kendala berarti. David memiliki home recording mini di kamar kost nya

Home recording mini terdiri dari flat monitor, komputer, pree amp, soundcard, midi controller. adanya fasilitas tersebut memudahkan Emily mengisi suara gitar, bass, vokal sampai drum saat penggarapan aransemen musik

Aransemen musik Emily, David menjadi personel yang banyak memberikan kontribusi, disamping memahami pengaplikasian home recording mini. dia sempat tinggal di Jakarta untuk waktu yang lama.

Tinggal di Jakarta dimanfaatkan David untuk nge-band sekaligus belajar sistem rekaman studio

Karena memiliki home recording mini, David sering diminta bantuan beberapa band lokal Lampung untuk menggarap lagu. Kmar kostnya pun menjadi basecamp Emily dan beberapa band lain

“Tiap hari kost an rame, berisik pasti lah, beruntung banget, pemilik dan teman-teman kost tidak terganggu. Justru maklum, belum pernah mendapat protes juga dari warga sekitar, asik-asik aja,”canda David

Disamping intens membuat lagu baru, Emily selalu rutin latihan di studio musik seminggu sekali. Sebagai sebuah band, kekompakkan bermusik harus selalu dilatih, ditambah lagi saat ada jadwal manggung, kualitas penampilan menjadi prioritas utama. (tin)

Biofile

Nama lengkap : Ade Irawan

Nama panggilan: Ade

TTL : Baturaja, 5 Januari 1983

Posisi : vokal

Alamat: Jl. Purnawirawan, Gg Wiraswasta Labuhan Ratu, B. Lampung

Musisi Favorit : The Beatles, Nirvana, Muse, Keane

Nama lengkap : David Harjono Tamin

Nama panggilan: David

TTL : Samarinda, 17 Juni 1983

Posisi : gitar 1

Alamat: Jl. Purnawirawan, Gg Wiraswasta, Labuhan Ratu, B. Lampung

Musisi Favorit : Jimi Hendrik, The Beatles

Nama lengkap : Surya Fadli

Nama panggilan: Fadli

TTL : Bandar Lampung, 25 Maret 1988

Posisi : Bass

Alamat: Jl Narada, Jagabaya, B. Lampung

Musisi Favorit : Mew, Muse

Nama lengkap : Irfansyah Jaya Negara

Nama panggilan: Ivan

TTL : Bandar Lampung, 26 Januari 1986

Posisi : gitar 2

Alamat: Jl. Pulau Bacan, Sukarame, B. Lampung

Musisi Favorit : Paul Gilbert, Mr Big

Nama lengkap : Dandhy Adiguna

Nama panggilan: Dandhy

TTL : Tanjung karang, 10 Desember 1985

Posisi : drum

Alamat: Jl. Manggis, Pasir Gintung, B. Lampung

Musisi Favorit : The Beatles, Coldplay

Leave a comment »

Stage Ingin Eksis dari Pangung ke Panggung

Mendirikan grup band yang seluruh personilnya perempuan adalah impian band Stage sejak lama. Band yang baru dibentuk 20 Januari 2009 ini awal mulanya berasal dari grup band lain yang ada di Bandar Lampung

Maya, gitaris  Stage menjelaskan, grup ini gabungan dari beberapa band seperti Philo dan LSG. Maya dan Rika kebetulan satu band di LSG,  karena perbedaan visi bermusik mereka memutuskan untuk keluar dan sempat vakum

Maya akhirnya membentuk band baru bersama Anggi dengan nama LSG. Setali tiga uang dengan band sebelumnya, LSG pun tidak bertahan lama, Maya dan Anggi pun keluar dari band itu

“Proses merekrut personel yang lain simple sih, dari mulut ke mulut antar sesama kenalan band. Kebetulan saya, Rika dan Maya sudah berteman sejak lama, kami tinggal mencari pemain bass ” terang Anggi, vokalis Stage

Imeh, bassit Stage menjadi personel terakhir dan termuda yang bergabung. Mereka akhirnya bertemu untuk membentuk Stage di rumah Imeh

“Tidak ada kesulitan dalam beradaptasi membentuk sebuah band baru, karena pada dasarnya kami semua memiliki kesamaan visi untuk membentuk band yang semua personelnya perempuan, ” tukas Imeh

Rika, drummer Stage mengungkapkan, Stage mengandung arti panggung. Mereka sepakat menamai band mereka Stage karena dengan selalu berada panggung, musik mereka bisa selalu di dengar oleh pecinta musik

“Kami menyadari Stage terbilang baru dan sangat butuh jam terbang. dalam bermusik Dengan sering tampil di panggung hiburan untuk mengisi acara musik, kami semakin terlatih untuk meningkatkan kualitas penampilan kami, ” tukas Maya

Anggi menambahkan, meskipun kata Stage berasal dari bahasa Inggris, tapi sudah cukup familiar dan masyarakat langsung cepat mengartikan nama itu. “Stage cuma satu kata, gampang untuk diingat, ” tuturnya

Stage berpakem pada genre musik slow rock, karena pada dasarnya mereka mengemari aliran musik itu. “Pada dasarnya mau aliran musik apapun kami suka, tapi pondasinya tetap slow rock yang mengandalkan distorsi gitar, ” jelas Maya

Stage rutin latihan di studio musik seminggu empat kali, dengan durasi waktu dua jam.  “Kalau sekarang sih masih membawakan lagu-lagu dari band lain untuk melatih kekompakkan, ” kata Anggi

Saat ini Stage belum membuat lagu hasil ciptaan mereka sendiri, namun sudah ada langkah menuju ke arah itu. “Lirik lagu tetap bertema cinta, tapi mengandalkan sentuhan musik slow rock yang tidak terlalu mellow,” jelas Imeh (tin)

Leave a comment »

Rela Mengeluarkan Biaya Sampai Rp 300 Juta

Demi cita – cita membuat, management Maheswari yang menjadi tempat bernaung band itu, rela mengeluarkan biaya sampai Rp 300 Juta untuk membuat mastering album. Biaya yang dikeluarkan digunakan untuk proses recording, membuat kepingan CD, mastering sampai promosi album

Dari bulan Desember sampai Maret 2009, proses penggarapan album dari rekaman sampai proses mastering semua dilakukan di studio Maheswari. Bahkan di bulan Februari 2009, Maheswari mengisi acara di radio RRI dengan membagikan 300 cd gratis kepada masyarakat

Langkah selanjutnya yang dilakukan pihak management Maheswari melakukan promo ke radio – radio lokal yang ada di Bandar Lampung. Bentuk promo dengan mengirimkan cd demo lagu

“Kami berharap dengan promo ke radio, lagu Maheswari bisa di dengar dan masyarakat suka dengan lagu kami. Dan yang paling penting, kami ingin mendapat masukan berupa saran dan kritik untuk kemajuan band ini, “kata Firman, gitaris Maheswari

Tidak hanya di Bandar Lampung, Maheswari juga melakukan ekspansi promo album sampai ke lampung utara, Lampung Selatan, Lampung tengah. Sebanyak 150 demo cd dibagikan juga secara gratis

Ratna Sari Dewi, manager band Maheswari menjelaskan biaya yang dikeluarkan sebagai bentuk dukungan penuh management. Band Maheswari sudah mempunyai lagu ciptaan sendiri yang memang layak untuk masuk dapur rekaman

Ratna menambahkan, grup band ini terbentuk di dasari oleh keinginan beberapa orang yang ingin mengangkat band lokal Lampung untuk dikenal luas masyarakat. Tahap pembuatan lagu sampai proses mastering semua dilakukan di studio rekaman dibawah naungan management Maheswari.

“Anak-anak (personel Maheswari) sudah punya lagu ciptaan sendiri, mereka butuh dukungan dari pihak-pihak yang memang peduli terhadap perkembangan band Lampung. Tim management Maheswari mencoba mensupport secara keseluruhan, ” tukas Ratna

Ipul, drumer Maheswari mengatakan, band ini sungguh beruntung di support penuh mulai dari tahap rekaman album, mixing , mastering sampai promo album. Dukungan penuh meliputi sokongan dana dan tempat studio latihan hingga studio mastering dilakukan di satu lokasi, yaitu di markas management Maheswari

Mempunyai relasi musisi yang berkompeten di Jakarta mutlak diperlukan sebuah band yang coba menggapai mimpi menembus blantika musik Indonesia. Pihak management Maheswari mengaku beruntung Iwang Noorsaid, arranger musik handal tertarik dengan band Maheswari

Tangan dingin Iwang Noorsaid diwujudkan dengan memberi kritikan tajam saat mendengar demo lagu Maheswari. Kemudian Iwang memberi saran untuk melakukan perbaikan komposisi musik seperti mixing, mastering dan penambahan elemen musik lain agar musik yang menghasilkan suatu musik yang memiliki warna khas

Dukungan lain Iwang adalah mengarahkan pihak management untuk melakukan mixing dan mastering di studio milik Mahesari dan tidak harus datang ke Jakarta Studio rekaman band Maheswari saja menurut Iwang sudah cukup memadai, di satu sisi juga untuk menghemat biaya

Pihak Management sekaligus band Maheswari sendiri cukup bangga bisa melakukan rekaman sampai prose mastering di studio milik mereka. Langkah selanjutnya yang akan segera dilakukan syuting video klip di Jakarta dan berkoordinasi dengan tim Iwang Noorsaid di Jakarta untuk menentukan strategi peluncuran album (tin)

Biofile

Nama : Fimansyah

Nama panggilan : Fiman

Ttl     : Malang, 30 Oktober 1980

Posisi : Gitar

Musisi favorit :Josh Lynn, Jack Wild, Ozzy Osborne, Pearl jam, Rage Against The Machine

Pendidikan : Sarjana Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL)

Nama : M Saefullah

Nama Panggilan : Ipul

Ttl     : Tanjung Karang, 29 Juli 1982

Posisi : Drum

Musisi favorit : Thomas Slang, Chris Outdoor

Pendidikan : Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL)

Nama : Ria Novita Sari

Nama Panggilan : Ria

Ttl     : Kalipapan, 5 November 1987

Posisi : Vokalis

Musisi favorit : Mariah Carey, Sammy “Kerispatih”

Pendidikan : Sarjana Akuntansi IBII Darmajaya

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.